top of page

Pengertian Event: Jenis, Tujuan, dan Contohnya

Gambar penulis: Groovy Indonesia
Groovy Indonesia
23 Agu 2024
9 menit membaca

Diperbarui: 9 Okt

Pernah menghadiri seminar perusahaan, company gathering, peluncuran produk, atau pameran bisnis? Semua kegiatan tersebut merupakan contoh event yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu.


Namun, event bukan sekadar acara yang mempertemukan banyak orang dalam satu tempat. Dalam konteks profesional, sebuah event membutuhkan perencanaan, konsep, koordinasi, dan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara serta pengalaman yang ingin diberikan kepada peserta.


Bagi perusahaan, event bahkan dapat menjadi bagian dari strategi komunikasi, pemasaran, pengembangan sumber daya manusia, dan pembangunan hubungan dengan pelanggan.


Lalu, apa pengertian event sebenarnya? Apa saja jenis-jenis event, tujuan penyelenggaraannya, dan bagaimana cara merencanakan event yang efektif?

Artikel ini membahas pengertian event secara lengkap, termasuk contoh penerapannya dalam dunia bisnis dan perusahaan.


Apa Itu Event?

Event adalah kegiatan atau peristiwa yang diselenggarakan pada waktu dan tempat tertentu untuk mencapai tujuan tertentu, seperti memberikan informasi, membangun hubungan, memperkenalkan produk, memberikan hiburan, atau merayakan pencapaian.


Dalam bahasa Indonesia, event sering diterjemahkan sebagai acara, kegiatan, atau peristiwa. Dalam industri profesional, istilah event biasanya merujuk pada kegiatan yang direncanakan dan dikelola secara terstruktur, dengan mempertimbangkan konsep, peserta, anggaran, lokasi, kebutuhan teknis, serta hasil yang ingin dicapai.


Contohnya, perusahaan yang ingin memperkenalkan produk baru dapat menyelenggarakan product launching. Sementara itu, perusahaan yang ingin mempererat hubungan antarkaryawan dapat mengadakan employee gathering atau team building.


Keduanya merupakan event, tetapi memiliki tujuan, format, karakteristik peserta, dan kebutuhan pelaksanaan yang berbeda.


Dengan demikian, pengertian event tidak hanya berkaitan dengan berlangsungnya sebuah acara, tetapi juga dengan bagaimana kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan manfaat bagi penyelenggara dan peserta.


event

Apa Tujuan Penyelenggaraan Event?

Tujuan event bergantung pada kebutuhan pihak yang menyelenggarakannya. Dalam konteks perusahaan, event dapat digunakan untuk mendukung sejumlah kepentingan berikut.


1. Membangun Hubungan dan Engagement

Event dapat menjadi sarana untuk mempertemukan karyawan, pelanggan, mitra bisnis, maupun pemangku kepentingan dalam suasana yang lebih interaktif.

Contohnya adalah company gathering, employee engagement program, dan customer appreciation event.

Melalui aktivitas bersama, komunikasi dan interaksi dapat dibangun dengan cara yang berbeda dibandingkan komunikasi formal sehari-hari.


2. Mendukung Strategi Marketing dan Branding

Perusahaan dapat menggunakan event untuk memperkenalkan brand, membangun awareness, dan menciptakan interaksi langsung dengan target audiens.

Contohnya meliputi brand activation, promotional event, roadshow, dan product launching.

Dalam kegiatan ini, konsep acara perlu disesuaikan dengan identitas brand, karakter audiens, serta pesan yang ingin disampaikan.


3. Menyampaikan Informasi dan Pengetahuan

Event juga berfungsi sebagai media komunikasi dan edukasi.

Seminar, konferensi, workshop, town hall meeting, dan business conference merupakan contoh acara yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi, membahas perkembangan bisnis, atau berbagi pengetahuan.

Agar tujuan tersebut tercapai, penyelenggara perlu memperhatikan materi, pembicara, alur acara, fasilitas, dan kenyamanan peserta.


4. Memberikan Apresiasi dan Merayakan Pencapaian

Perusahaan dapat menyelenggarakan acara untuk mengapresiasi karyawan, merayakan pencapaian bisnis, atau memperingati perjalanan perusahaan.

Contohnya adalah awarding night, gala dinner, sales appreciation event, dan corporate anniversary.

Selain menjadi momen perayaan, acara tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan penghargaan dan memperkuat pesan perusahaan kepada peserta.


5. Mendukung Pengembangan Bisnis

Event dapat membuka kesempatan untuk membangun relasi, memperkenalkan solusi, mempertemukan calon mitra, dan menciptakan peluang bisnis.

Pameran, business networking event, convention, dan trade exhibition merupakan beberapa format yang dapat mendukung kebutuhan tersebut.

Karena itu, tujuan event sebaiknya ditentukan sejak awal agar konsep, aktivitas, dan anggaran dapat disusun secara relevan.


Apa Saja Jenis-Jenis Event?

Jenis event dapat dibedakan berdasarkan tujuan, format, audiens, dan kebutuhan penyelenggaraannya. Berikut beberapa jenis event yang umum ditemukan dalam dunia profesional.


1. Corporate Event

Corporate event adalah acara yang diselenggarakan oleh perusahaan untuk mendukung kebutuhan internal maupun eksternal organisasi.

Contohnya meliputi:

  • Annual meeting

  • Town hall meeting

  • Corporate anniversary

  • Business meeting

  • Gala dinner

  • Awarding event

  • Sales kick-off

Corporate event membutuhkan perencanaan yang selaras dengan tujuan perusahaan, karakter peserta, citra organisasi, dan pesan yang ingin disampaikan.


2. Employee Gathering dan Team Building

Employee gathering merupakan kegiatan yang mempertemukan karyawan dalam suasana kebersamaan, sedangkan team building berfokus pada aktivitas yang dirancang untuk melatih kolaborasi, komunikasi, dan kerja sama tim.


Contoh kegiatan yang termasuk kategori ini adalah company outing, family gathering, employee engagement program, dan team-building activities.


Pemilihan aktivitas perlu mempertimbangkan karakter peserta, kondisi lokasi, waktu pelaksanaan, dan tujuan program.


3. Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE)

MICE merupakan singkatan dari Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions. Istilah ini digunakan untuk kelompok kegiatan bisnis dan profesional yang berkaitan dengan pertemuan, program insentif, konvensi, dan pameran.

Contohnya meliputi:

  • Corporate meeting dan annual meeting

  • Incentive trip

  • Convention dan conference

  • Business exhibition

Event MICE umumnya membutuhkan koordinasi yang terstruktur, terutama ketika melibatkan banyak peserta, pembicara, venue, transportasi, akomodasi, dan kebutuhan teknis.


4. Brand Activation

Brand activation adalah kegiatan yang dirancang untuk mendorong interaksi audiens dengan sebuah brand melalui pengalaman langsung maupun aktivitas interaktif.


Contohnya dapat berupa sampling produk, experiential marketing, promotional activation, roadshow, dan aktivitas interaktif di pusat perbelanjaan.


Keberhasilan brand activation perlu dinilai berdasarkan tujuan yang ditetapkan, seperti jangkauan audiens, interaksi, partisipasi, atau indikator pemasaran lain yang relevan.


5. Product Launching

Product launching adalah acara untuk memperkenalkan produk atau layanan baru kepada audiens yang dituju.


Acara ini dapat melibatkan presentasi produk, demonstrasi, media, pelanggan, distributor, mitra bisnis, maupun influencer sesuai kebutuhan perusahaan.


Elemen penting dalam product launching meliputi konsep kreatif, penyampaian pesan produk, visual presentation, produksi panggung, dan pengelolaan pengalaman peserta.


6. Seminar, Conference, dan Workshop

Ketiga jenis event ini memiliki orientasi utama pada penyampaian informasi, diskusi, atau pembelajaran.


Seminar biasanya berfokus pada pembahasan topik tertentu, conference mempertemukan peserta untuk membahas isu atau bidang tertentu, sedangkan workshop umumnya melibatkan aktivitas praktik yang lebih interaktif.


Kebutuhan pelaksanaannya dapat mencakup manajemen registrasi, pembicara, materi presentasi, audio visual, moderator, dan koordinasi peserta.


7. Exhibition dan Booth Management

Exhibition atau pameran merupakan kegiatan yang mempertemukan perusahaan, brand, produk, atau layanan dengan pengunjung dalam suatu area pameran.

Dalam konteks bisnis, exhibition dapat digunakan untuk membangun awareness, menampilkan inovasi, memperluas jaringan, dan membuka peluang komersial.


Booth management mencakup perencanaan dan pengelolaan kebutuhan booth, mulai dari desain, produksi, branding, penempatan materi, hingga kesiapan operasional selama pameran.


8. Entertainment dan Special Events

Entertainment dan special events mencakup acara yang mengutamakan hiburan, perayaan, atau pengalaman khusus.


Contohnya adalah konser, pertunjukan, festival, special celebration, dan berbagai acara tematik.


Meskipun berorientasi pada pengalaman dan hiburan, event tetap memerlukan perencanaan teknis, pengelolaan peserta, koordinasi vendor, dan perhatian terhadap keselamatan pelaksanaan.


9. Digital, Hybrid, dan Virtual Events

Digital event memanfaatkan platform digital untuk mendukung penyelenggaraan acara. Virtual event berlangsung secara daring, sedangkan hybrid event menggabungkan peserta yang hadir langsung dengan peserta yang mengikuti acara secara online.

Contohnya meliputi webinar, virtual conference, hybrid town hall, dan online product launch.


Penyelenggaraan event jenis ini memerlukan persiapan platform, sistem audio visual, konektivitas, alur interaksi, serta koordinasi antara kegiatan di lokasi dan peserta daring.


Apa Perbedaan Event, Event Organizer, dan Event Management?

Ketiga istilah ini saling berkaitan, tetapi memiliki pengertian yang berbeda.

EventĀ adalah kegiatan atau acara yang diselenggarakan untuk tujuan tertentu.

Event Organizer (EO)Ā adalah pihak atau tim yang membantu merencanakan, mengoordinasikan, dan melaksanakan acara sesuai ruang lingkup pekerjaan yang disepakati.


Event managementĀ adalah proses pengelolaan event secara menyeluruh atau pada bagian tertentu, mulai dari perencanaan, pengorganisasian sumber daya, koordinasi, pelaksanaan, hingga evaluasi.


Sebagai contoh, sebuah perusahaan ingin mengadakan product launching.

Product launching tersebut merupakan event. Perusahaan dapat menunjuk event organizer untuk membantu mengembangkan konsep, mengatur kebutuhan produksi, mengoordinasikan vendor, dan menjalankan acara. Seluruh aktivitas pengelolaan tersebut termasuk dalam proses event management.


Memahami perbedaannya membantu perusahaan menentukan apakah mereka hanya membutuhkan dukungan teknis tertentu atau partner yang menangani proses lebih luas.


Bagaimana Cara Merencanakan Event yang Efektif?

Event yang efektif tidak dimulai dari pemilihan dekorasi atau panggung. Perencanaan sebaiknya dimulai dengan memahami tujuan acara dan kebutuhan peserta.

Berikut tahapan yang dapat digunakan sebagai panduan.


1. Tentukan Objective Event

Tentukan hasil yang ingin dicapai.

Apakah acara bertujuan memperkuat hubungan antarkaryawan, memperkenalkan produk, meningkatkan interaksi pelanggan, menyampaikan strategi perusahaan, atau membangun relasi bisnis?

Objective yang jelas membantu menentukan format acara dan indikator keberhasilannya.


2. Kenali Target Audience

Identifikasi siapa yang akan menghadiri acara, apa kebutuhan mereka, dan pengalaman seperti apa yang relevan bagi mereka.

Acara untuk karyawan internal tentu memiliki pendekatan berbeda dari peluncuran produk yang menyasar pelanggan dan media.


3. Tentukan Konsep dan Format Acara

Kembangkan konsep berdasarkan objective, audiens, karakter brand, dan situasi penyelenggaraan.

Format dapat berupa acara formal, interaktif, edukatif, hiburan, tatap muka, virtual, atau hybrid.

Pastikan konsep bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga mendukung tujuan acara.


4. Susun Budget dan Timeline

Buat perencanaan anggaran dan jadwal kerja yang realistis.

Anggaran dapat mencakup venue, konsumsi, produksi panggung, audio visual, dekorasi, talent, transportasi, dokumentasi, tenaga kerja, dan kebutuhan lain sesuai skala acara.


Timeline perlu memuat tenggat keputusan, persetujuan konsep, pengadaan vendor, persiapan materi, technical meeting, dan hari pelaksanaan.


5. Pilih Venue dan Koordinasikan Vendor

Venue perlu disesuaikan dengan jumlah peserta, aksesibilitas, format kegiatan, fasilitas, serta kebutuhan teknis.

Pada saat yang sama, koordinasikan vendor dan tim yang terlibat agar setiap pihak memahami tanggung jawab, jadwal, dan standar pelaksanaan.


6. Siapkan Rundown dan Mitigasi Risiko

Rundown membantu memastikan kegiatan berlangsung sesuai urutan dan alokasi waktu.

Selain rundown, siapkan pembagian tugas, jalur komunikasi, kebutuhan teknis, rencana cadangan, dan prosedur penanganan kendala.

Perencanaan risiko menjadi penting terutama untuk acara berskala besar, aktivitas outdoor, dan event yang melibatkan banyak pihak.


7. Evaluasi Hasil Event

Setelah acara selesai, evaluasi pelaksanaan berdasarkan tujuan awal.

Indikatornya dapat berupa tingkat kehadiran, partisipasi peserta, feedback, interaksi audiens, pencapaian target pemasaran, atau indikator lain yang relevan.


Evaluasi membantu perusahaan memahami apa yang berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki untuk acara berikutnya.


Mengapa Perusahaan Membutuhkan Event Organizer Profesional?

Mengelola event perusahaan melibatkan banyak elemen yang harus berjalan selaras. Konsep, anggaran, venue, vendor, produksi, peserta, dan jadwal pelaksanaan saling memengaruhi.


Ketika seluruh elemen dikelola tanpa koordinasi yang jelas, perusahaan dapat menghadapi perubahan jadwal, pembengkakan kebutuhan anggaran, ketidaksesuaian konsep, atau kendala teknis saat acara berlangsung.


Partner event organizer dapat membantu perusahaan mengelola kompleksitas tersebut melalui beberapa pendekatan.


Perencanaan yang Lebih Terstruktur

EO membantu menerjemahkan tujuan perusahaan menjadi konsep, kebutuhan operasional, timeline, dan pembagian tanggung jawab yang lebih jelas.


Koordinasi Berbagai Kebutuhan Event

Kebutuhan venue, produksi, dekorasi, hiburan, registrasi, dokumentasi, dan vendor lain dapat dikoordinasikan sesuai ruang lingkup pekerjaan yang disepakati.


Konsep yang Relevan dengan Audiens

Partner yang memahami kebutuhan event dapat membantu mengembangkan konsep berdasarkan karakter peserta, pesan yang ingin disampaikan, dan pengalaman yang ingin dibangun.


Pengelolaan Pelaksanaan di Lapangan

Koordinasi pada hari acara membantu memastikan rundown, kebutuhan teknis, dan alur kegiatan dapat dijalankan secara terorganisasi.


Meski demikian, perusahaan tetap perlu memilih EO berdasarkan pengalaman yang relevan, kejelasan proposal, transparansi ruang lingkup pekerjaan, kesiapan tim, dan kesesuaian anggaran.


GROOVY EO: Partner untuk Berbagai Kebutuhan Event Perusahaan

Setiap event memiliki tujuan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, perusahaan membutuhkan pendekatan yang menyesuaikan konsep, peserta, kebutuhan operasional, dan pengalaman yang ingin diciptakan.


GROOVY EO menyediakan layanan event organizer dan event experience untuk berbagai kebutuhan, mulai dari corporate event, gathering, product launching, brand activation, hingga exhibition dan acara berbasis digital. Informasi mengenai kategori layanan dapat dilihat melalui halaman layanan GROOVY EO.


Beberapa kebutuhan event yang dapat didiskusikan bersama GROOVY EO meliputi:

  • Corporate Event Management:Ā untuk meeting, annual meeting, town hall, corporate anniversary, dan acara perusahaan lainnya.

  • MICE:Ā untuk kebutuhan meeting, incentive, convention, conference, dan exhibition.

  • Brand Activation & Product Launch:Ā untuk memperkenalkan produk dan membangun interaksi dengan target audiens.

  • Employee Engagement & Team Building:Ā untuk program kebersamaan dan aktivitas pengembangan kolaborasi karyawan.

  • Entertainment & Special Events:Ā untuk perayaan dan acara yang membutuhkan pengalaman hiburan.

  • Event Creative & Production:Ā untuk pengembangan konsep kreatif dan kebutuhan produksi acara.

  • Digital, Hybrid & Virtual Events:Ā untuk acara yang menggabungkan atau memanfaatkan platform digital.

  • Exhibition & Booth Management:Ā untuk kebutuhan pameran dan pengelolaan booth.


Sebelum menentukan konsep, perusahaan dapat mendiskusikan tujuan acara, target peserta, lokasi, jadwal, kebutuhan khusus, dan anggaran agar solusi yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan sebenarnya.


Dengan perencanaan yang tepat, event tidak hanya menjadi kegiatan yang selesai dilaksanakan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan, membangun hubungan, dan mendukung tujuan bisnis.


Kesimpulan

Pengertian event adalah kegiatan atau acara yang diselenggarakan untuk mencapai tujuan tertentu. Bentuknya beragam, mulai dari corporate event, employee gathering, MICE, brand activation, product launching, seminar, exhibition, hingga digital dan hybrid event.


Setiap jenis event memiliki karakteristik, kebutuhan, dan indikator keberhasilan yang berbeda. Karena itu, perencanaan perlu dimulai dari penetapan objective, pemahaman audiens, pengembangan konsep, pengelolaan anggaran, koordinasi vendor, hingga evaluasi hasil.


Bagi perusahaan yang ingin menyelenggarakan acara secara profesional, memilih partner event organizer yang sesuai dapat membantu menyelaraskan kebutuhan kreatif dan operasional dalam satu perencanaan.


Jika Anda sedang menyiapkan event perusahaan, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mendiskusikan tujuan acara dan kebutuhan utamanya sebelum menentukan konsep serta anggaran.


FAQ


1. Apa yang dimaksud dengan event?

Event adalah kegiatan atau acara yang diselenggarakan pada waktu dan tempat tertentu untuk mencapai tujuan tertentu, seperti memberikan informasi, membangun hubungan, mempromosikan produk, atau memberikan hiburan.


2. Apa saja jenis-jenis event?

Jenis event antara lain corporate event, employee gathering, team building, MICE, brand activation, product launching, seminar, conference, exhibition, entertainment event, serta digital, hybrid, dan virtual event.


3. Apa tujuan utama penyelenggaraan event?

Tujuan event bergantung pada kebutuhan penyelenggara. Dalam perusahaan, event dapat digunakan untuk mendukung komunikasi, pemasaran, engagement karyawan, apresiasi, edukasi, networking, dan pengembangan bisnis.


4. Apa perbedaan event dengan event organizer?

Event adalah acara yang diselenggarakan, sedangkan event organizer adalah pihak yang membantu merencanakan, mengoordinasikan, dan melaksanakan acara. Ruang lingkup pekerjaan EO bergantung pada kebutuhan dan kesepakatan dengan klien.


5. Kapan perusahaan sebaiknya menggunakan jasa event organizer?

Perusahaan dapat mempertimbangkan jasa EO ketika acara membutuhkan koordinasi berbagai vendor, produksi teknis, pengelolaan peserta, konsep kreatif, atau pelaksanaan dengan timeline yang kompleks. EO juga dapat dilibatkan sejak tahap awal untuk membantu menyusun kebutuhan dan perencanaan acara.


Rencanakan Event Perusahaan Anda Bersama GROOVY EO

Sedang menyiapkan corporate event, company gathering, product launching, brand activation, conference, atau exhibition?


Diskusikan kebutuhan acara Anda bersama GROOVY EO untuk mengeksplorasi konsep, format kegiatan, kebutuhan produksi, dan estimasi anggaran yang sesuai dengan tujuan perusahaan.


Mulai dari tujuan yang jelas, lalu kembangkan menjadi pengalaman event yang tepat untuk audiens Anda.


bottom of page