Cara Mendapatkan Sponsor untuk Event: Strategi, Proposal, dan Tips agar Brand Mau Bekerja Sama

Diperbarui: 3 Sep
Menyelenggarakan event membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Venue, production, dekorasi, entertainment, dokumentasi, promosi, hingga kebutuhan operasional dapat membuat anggaran acara semakin besar.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu membiayai event adalah mendapatkan sponsor.
Namun, mendapatkan sponsor bukan sekadar mengirim proposal ke sebanyak mungkin perusahaan.
Sponsor perlu melihat alasan mengapa mereka harus bekerja sama dengan event Anda.
Apa yang mereka dapatkan?
Siapa audiensnya?
Berapa besar exposure yang bisa diberikan?
Bagaimana brand mereka akan tampil?
Dan yang paling penting:
Apakah event Anda relevan dengan target market mereka?
Karena itu, cara mendapatkan sponsor yang efektif dimulai dari memahami kebutuhan brand, bukan hanya kebutuhan penyelenggara.
Bagi perusahaan atau organisasi yang membutuhkan bantuan untuk merancang event sekaligus mengembangkan konsep sponsorship, Groovy EOĀ dapat membantu mengintegrasikan kebutuhan event, audience experience, branding, activation, dan event production.
Apa Itu Sponsorship Event?
Sponsorship adalah bentuk kerja sama antara penyelenggara event dengan brand atau perusahaan, di mana sponsor memberikan dukungan tertentu sebagai imbalan atas manfaat yang disepakati.
Dukungan sponsor dapat berupa:
Dana
Produk
Jasa
Equipment
Media support
Venue support
Transportation
Merchandise
Sementara penyelenggara dapat memberikan benefit seperti:
Brand exposure
Logo placement
Booth
Product display
Product sampling
Speaking opportunity
Brand activation
Social media exposure
Content exposure
Networking opportunity
Jadi sponsorship sebaiknya dipahami sebagai partnership, bukan sekadar permintaan dana.

Kenapa Banyak Proposal Sponsorship Tidak Mendapat Respons?
Ini salah satu masalah yang paling sering terjadi.
Penyelenggara membuat proposal yang sangat panjang, kemudian mengirimkannya ke puluhan bahkan ratusan perusahaan.
Tetapi hasilnya minim.
Salah satu penyebabnya adalah proposal terlalu fokus pada:
āKami membutuhkan dana untuk menjalankan event.ā
Sementara sponsor lebih ingin mengetahui:
āApa keuntungan brand kami jika ikut dalam event ini?ā
Perbedaan sudut pandang tersebut sangat penting.
Proposal sponsorship harus menunjukkan value exchange.
Tentukan Dulu: Event Anda Menjual Apa kepada Sponsor?
Sebelum mencari sponsor, jangan langsung membuat daftar perusahaan.
Tentukan terlebih dahulu aset yang dapat ditawarkan.
Contohnya:
Audience
Berapa jumlah peserta?
Siapa mereka?
Usia
Profesi
Industri
Lokasi
Lifestyle
Purchasing power
Exposure
Sponsor bisa mendapatkan exposure melalui:
Stage
LED screen
Backdrop
Signage
Website
Social media
Media coverage
Event documentation
Experience
Sponsor dapat berinteraksi langsung dengan audiens melalui:
Booth
Product trial
Sampling
Games
Competition
Interactive activation
Content
Event dapat menghasilkan berbagai aset konten:
Video
Photo
Social media content
Interview
Behind the scenes
Highlight video
Semakin jelas aset yang ditawarkan, semakin mudah sponsor memahami nilai kerja samanya.
Langkah 1: Tentukan Target Sponsor
Jangan mencari sponsor secara random.
Buat daftar brand berdasarkan relevansi dengan audiens event.
Misalnya event Anda memiliki target:
Karyawan perusahaan usia 25ā40 tahun
Maka brand yang relevan bisa berasal dari kategori:
F&B
Financial services
Technology
Lifestyle
Transportation
Travel
Consumer goods
Jika event Anda memiliki target berbeda, daftar sponsor juga harus berubah.
Prinsipnya:
Audience ā Brand ā Relevance
Bukan:
Brand terkenal ā kirim proposal.
Langkah 2: Cari Tahu Apa yang Dibutuhkan Brand
Sebelum menghubungi calon sponsor, lakukan riset sederhana.
Cari tahu:
Target market brand
Produk utama
Campaign yang sedang berjalan
Aktivasi yang pernah dilakukan
Event yang pernah mereka sponsori
Social media activity
Brand positioning
Informasi ini dapat membantu Anda membuat proposal yang lebih personal.
Contohnya, jangan menawarkan:
āLogo perusahaan Anda akan kami pasang di backdrop.ā
Lebih menarik jika Anda menawarkan:
āKami menyediakan interactive product experience yang memungkinkan peserta mencoba produk secara langsung.ā
Benefit kedua jauh lebih berorientasi pada marketing objective.
Langkah 3: Buat Sponsorship Package
Jangan memberikan satu pilihan sponsor saja.
Buat beberapa level kerja sama.
Contohnya:
Main Partner
Benefit dapat mencakup:
Premium branding
Main stage exposure
Booth
Product activation
Social media exposure
Speaking opportunity
VIP access
Supporting Partner
Benefit dapat mencakup:
Logo placement
Product display
Social media mention
Sampling
Activity Partner
Fokus pada aktivitas tertentu seperti:
Games
Workshop
Competition
Photo activation
Product Partner
Sponsor memberikan produk atau fasilitas tertentu sebagai bagian dari event.
Struktur paket membantu calon sponsor memilih bentuk kerja sama yang sesuai.
Langkah 4: Jangan Menentukan Harga Sponsorship Secara Asal
Harga sponsorship sebaiknya memiliki dasar.
Pertimbangkan:
Jumlah peserta
Audience profile
Exposure
Event scale
Brand placement
Activation opportunity
Content deliverables
Media coverage
Exclusivity
Lead generation opportunity
Misalnya sponsor mendapatkan booth dan akses langsung ke 500 peserta.
Nilai tersebut berbeda dengan sekadar mendapatkan logo placement.
Jadi harga sponsorship harus mempertimbangkan value, bukan hanya biaya event.
Langkah 5: Buat Proposal Sponsorship yang Menjual
Proposal sponsor tidak harus sangat panjang.
Yang penting adalah informasi yang relevan.
Struktur yang dapat digunakan:
Cover
Nama event, tanggal, lokasi, dan visual utama.
Event Overview
Jelaskan event secara singkat.
Event Objective
Apa tujuan acara?
Audience
Siapa peserta event?
Event Concept
Bagaimana pengalaman yang akan diberikan?
Audience Reach
Jelaskan estimasi:
Offline participants
Online audience
Social media reach
Content exposure
Sponsorship Opportunity
Jelaskan bentuk kerja sama yang tersedia.
Brand Activation
Tunjukkan bagaimana sponsor dapat berinteraksi dengan audience.
Sponsorship Packages
Berikan beberapa pilihan paket.
Deliverables
Jelaskan secara spesifik apa yang akan diberikan kepada sponsor.
Contact
Berikan kontak PIC yang mudah dihubungi.
Contoh Value Proposition Sponsorship
Jangan hanya menulis:
āSponsor mendapatkan logo di backdrop.ā
Lebih baik:
āBrand mendapatkan prominent logo placement pada main stage yang menjadi focal point selama sesi utama berlangsung.ā
Atau:
āSponsor mendapatkan dedicated activation area untuk melakukan product experience secara langsung kepada peserta.ā
Atau:
āBrand dapat menjadi activity partner pada interactive challenge yang melibatkan peserta secara langsung.ā
Perbedaan bahasa tersebut membuat sponsorship terasa seperti marketing opportunity.
Langkah 6: Cari PIC yang Tepat
Proposal bagus tidak akan efektif jika dikirim ke orang yang salah.
Untuk brand besar, cari departemen yang relevan seperti:
Marketing
Brand
Partnership
Sponsorship
Corporate Communication
PR
Business Development
Jika menghubungi perusahaan melalui email, gunakan subject yang jelas.
Contohnya:
Sponsorship Opportunity ā [Nama Event]
atau:
Brand Partnership Opportunity ā [Nama Event]
Hindari subject seperti:
Proposal Kerja Sama
karena terlalu umum.
Langkah 7: Jangan Langsung Mengirim Proposal Panjang
Ini salah satu pendekatan yang sering dilupakan.
Sebelum mengirim proposal lengkap, lebih baik mulai dengan short pitch.
Misalnya:
Kami sedang menyiapkan corporate event dengan target 500 peserta dari perusahaan di Jabodetabek dan melihat adanya relevansi dengan target audience brand Anda.
Kemudian jelaskan secara singkat opportunity yang tersedia.
Jika mereka tertarik, baru kirim sponsorship deck.
Pendekatan ini membuat komunikasi terasa lebih personal.
Langkah 8: Tawarkan Brand Activation, Bukan Sekadar Branding
Ini bagian yang sangat penting.
Sponsor biasanya tidak hanya mencari exposure.
Mereka juga ingin engagement.
Karena itu, tawarkan activation.
Contohnya:
Product Experience
Peserta dapat mencoba produk sponsor.
Interactive Booth
Booth dibuat sebagai aktivitas, bukan hanya tempat display.
Gamification
Brand menjadi bagian dari permainan atau challenge.
Sampling
Produk diberikan kepada peserta melalui mekanisme yang relevan.
Photo Experience
Brand menjadi bagian dari photo activation.
Digital Activation
Peserta berinteraksi melalui QR code, social media, microsite, atau digital experience.
Dengan demikian, sponsor memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan audience.
Langkah 9: Gunakan Data untuk Meyakinkan Sponsor
Semakin konkret data yang Anda berikan, semakin mudah sponsor menilai opportunity.
Jangan hanya menulis:
āEvent kami akan dihadiri banyak orang.ā
Gunakan data seperti:
500+ peserta
80% audience berasal dari target market brand
3.000+ social media followers
10+ content deliverables
Dedicated activation area
Data seperti ini membuat proposal lebih mudah dievaluasi.
Namun, jangan pernah memasukkan angka yang belum benar-benar Anda miliki.
Langkah 10: Follow Up dengan Strategi
Tidak mendapat balasan bukan berarti proposal langsung ditolak.
Bisa saja email terlewat atau PIC sedang memiliki agenda lain.
Follow up dapat dilakukan secara profesional.
Misalnya:
Follow-up 1:Ā 3ā5 hari setelah pengiriman.
Follow-up 2:Ā beberapa hari berikutnya.
Follow-up 3:Ā berikan update atau opportunity baru.
Jangan hanya mengirim:
āPak/Bu, sudah dibaca proposal kami?ā
Lebih baik memberikan alasan untuk kembali membuka komunikasi.
Contohnya:
āKami ingin memberikan update bahwa activation area untuk partner masih tersedia dan konsepnya dapat disesuaikan dengan campaign brand.ā
Cara Mendapatkan Sponsor Tanpa Harus Memberikan Banyak Logo Placement
Tidak semua sponsor tertarik dengan logo.
Justru terlalu banyak logo dapat membuat event terlihat seperti kumpulan sponsor.
Sebagai alternatif, tawarkan ownership terhadap experience tertentu.
Misalnya:
Brand X Interactive Zone
Brand Y Networking Session
Brand Z Challenge
Brand A Product Experience
Dengan pendekatan ini, sponsor mendapatkan ruang yang lebih meaningful.
Sponsorship Bukan Sekadar Menutup Budget Event
Cara berpikir ini perlu diubah.
Jika sponsor hanya diposisikan sebagai sumber dana, hubungan biasanya berhenti setelah pembayaran.
Tetapi jika sponsor diposisikan sebagai strategic partner, kerja sama dapat berkembang.
Misalnya:
Event ā Activation ā Content ā Social Media ā Lead Generation ā Post Event Campaign
Dengan begitu, event menjadi bagian dari marketing ecosystem sponsor.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Sponsor Setuju?
Jangan berhenti setelah kontrak ditandatangani.
Pastikan seluruh deliverables terdokumentasi.
Buat:
Sponsorship Deliverables Checklist
Contohnya:
Logo placement
Booth
Stage exposure
Product placement
Sampling
Social media post
Story mention
MC mention
LED exposure
Documentation
Guest access
Activation area
Setelah event, berikan post-event report.
Isinya dapat mencakup:
Jumlah peserta
Dokumentasi
Brand exposure
Activation photos
Social media performance
Content reach
Deliverables yang terpenuhi
Ini membantu membangun kepercayaan untuk kerja sama berikutnya.
Peran Event Organizer dalam Mendapatkan Sponsor
Event organizer tidak selalu bertanggung jawab mencari sponsor.
Tetapi EO yang memahami sponsorship dapat membantu membuat event lebih sponsor-friendly.
Misalnya dengan merancang:
Audience journey
Activation area
Booth
Stage exposure
Branding opportunity
Content opportunity
Networking session
Dengan demikian, sejak awal event sudah memiliki sponsorship inventoryĀ yang jelas.
Groovy EO Membantu Membangun Event yang Menarik bagi Sponsor
Groovy EO tidak hanya fokus pada bagaimana event berjalan.
Kami juga dapat membantu perusahaan atau organisasi merancang event yang memiliki commercial value bagi partner dan sponsor.
Mulai dari:
Event Concept
ā
Audience Strategy
ā
Brand Activation
ā
Event Production
ā
Participant Experience
ā
Sponsor Exposure
ā
Post-Event Content
Dengan pendekatan tersebut, event dapat memberikan value bukan hanya kepada peserta, tetapi juga kepada brand yang terlibat.
Kapan Sebaiknya Mulai Mencari Sponsor?
Jangan menunggu event sudah dekat.
Semakin besar event, semakin awal sponsorship sebaiknya dipersiapkan.
Idealnya, proses dimulai ketika:
Konsep sudah cukup jelas
Target audience sudah diketahui
Venue mulai dipertimbangkan
Tanggal event sudah tersedia
Sponsorship inventory sudah dirancang
Dengan waktu yang cukup, penyelenggara dapat melakukan pendekatan kepada brand dengan lebih profesional.
Ingin Membuat Event yang Lebih Menarik untuk Sponsor?
Kalau Anda sedang menyiapkan event dan membutuhkan bantuan untuk mengembangkan konsep, sponsorship opportunity, branding, activation, hingga production, Groovy EO dapat menjadi partner untuk proses tersebut.
Anda tidak harus sudah memiliki konsep yang sempurna.
Cukup siapkan:
Jenis event
Target audience
Perkiraan jumlah peserta
Lokasi
Tanggal
Objective event
Budget awal
Target sponsor jika sudah ada
Dari brief tersebut, konsep event dapat dikembangkan menjadi event yang lebih menarik bagi peserta sekaligus memiliki nilai komersial bagi potential partner.
Butuh Event Organizer untuk Event Anda?
Groovy EO membantu perusahaan merancang dan menjalankan berbagai corporate event, mulai dari company gathering, annual meeting, product launch, sales kick off, conference, awarding, brand activation, exhibition, hingga corporate event lainnya.
Jika Anda ingin membuat event yang bukan hanya berjalan lancar tetapi juga memiliki konsep kuat, audience yang jelas, dan peluang partnership yang menarik, diskusikan kebutuhan event Anda bersama Groovy EO.
Groovy EO ā Creating Experiences, Not Just Events.
FAQ
Bagaimana cara mendapatkan sponsor untuk event?
Mulai dengan menentukan target audience, value yang dapat diberikan kepada sponsor, calon brand yang relevan, sponsorship package, dan proposal yang menunjukkan keuntungan bagi sponsor.
Apa yang harus ditawarkan kepada sponsor?
Benefit dapat berupa brand exposure, booth, product activation, sampling, content exposure, social media visibility, speaking opportunity, networking, maupun akses kepada target audience.
Berapa paket sponsorship yang sebaiknya dibuat?
Tidak ada jumlah yang wajib. Namun, beberapa tingkatan seperti Main Partner, Supporting Partner, Activity Partner, dan Product Partner dapat membantu memberikan pilihan kepada calon sponsor.
Apakah sponsor harus memberikan uang?
Tidak selalu. Sponsorship dapat berbentuk cash maupun in-kind support berupa produk, equipment, venue, transportation, media support, atau jasa.
Bagaimana jika proposal sponsorship tidak dibalas?
Lakukan follow-up secara profesional dan jangan hanya menanyakan apakah proposal sudah dibaca. Berikan update, opportunity baru, atau informasi tambahan yang relevan dengan kebutuhan brand.
Apakah event organizer bisa membantu mendapatkan sponsor?
Tergantung scope pekerjaan EO. EO dapat membantu membuat event lebih sponsor-friendly melalui konsep, audience strategy, activation, branding inventory, dan event production. Untuk pencarian sponsor secara aktif, scope tersebut sebaiknya disepakati sejak awal.





