top of page

Cara Mendapatkan Sponsor untuk Event: Strategi, Proposal, dan Tips agar Brand Mau Bekerja Sama

Gambar penulis: Groovy Indonesia
Groovy Indonesia
20 Sep 2022
8 menit membaca

Diperbarui: 3 Sep

Menyelenggarakan event membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Venue, production, dekorasi, entertainment, dokumentasi, promosi, hingga kebutuhan operasional dapat membuat anggaran acara semakin besar.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu membiayai event adalah mendapatkan sponsor.

Namun, mendapatkan sponsor bukan sekadar mengirim proposal ke sebanyak mungkin perusahaan.

Sponsor perlu melihat alasan mengapa mereka harus bekerja sama dengan event Anda.

Apa yang mereka dapatkan?

Siapa audiensnya?

Berapa besar exposure yang bisa diberikan?

Bagaimana brand mereka akan tampil?

Dan yang paling penting:

Apakah event Anda relevan dengan target market mereka?

Karena itu, cara mendapatkan sponsor yang efektif dimulai dari memahami kebutuhan brand, bukan hanya kebutuhan penyelenggara.

Bagi perusahaan atau organisasi yang membutuhkan bantuan untuk merancang event sekaligus mengembangkan konsep sponsorship, Groovy EOĀ dapat membantu mengintegrasikan kebutuhan event, audience experience, branding, activation, dan event production.

Apa Itu Sponsorship Event?

Sponsorship adalah bentuk kerja sama antara penyelenggara event dengan brand atau perusahaan, di mana sponsor memberikan dukungan tertentu sebagai imbalan atas manfaat yang disepakati.

Dukungan sponsor dapat berupa:

  • Dana

  • Produk

  • Jasa

  • Equipment

  • Media support

  • Venue support

  • Transportation

  • Merchandise

Sementara penyelenggara dapat memberikan benefit seperti:

  • Brand exposure

  • Logo placement

  • Booth

  • Product display

  • Product sampling

  • Speaking opportunity

  • Brand activation

  • Social media exposure

  • Content exposure

  • Networking opportunity

Jadi sponsorship sebaiknya dipahami sebagai partnership, bukan sekadar permintaan dana.


Cara Mendapatkan Sponsor Untuk Acara

Kenapa Banyak Proposal Sponsorship Tidak Mendapat Respons?

Ini salah satu masalah yang paling sering terjadi.

Penyelenggara membuat proposal yang sangat panjang, kemudian mengirimkannya ke puluhan bahkan ratusan perusahaan.

Tetapi hasilnya minim.

Salah satu penyebabnya adalah proposal terlalu fokus pada:

ā€œKami membutuhkan dana untuk menjalankan event.ā€

Sementara sponsor lebih ingin mengetahui:

ā€œApa keuntungan brand kami jika ikut dalam event ini?ā€

Perbedaan sudut pandang tersebut sangat penting.

Proposal sponsorship harus menunjukkan value exchange.


Tentukan Dulu: Event Anda Menjual Apa kepada Sponsor?

Sebelum mencari sponsor, jangan langsung membuat daftar perusahaan.

Tentukan terlebih dahulu aset yang dapat ditawarkan.

Contohnya:

Audience

Berapa jumlah peserta?

Siapa mereka?

  • Usia

  • Profesi

  • Industri

  • Lokasi

  • Lifestyle

  • Purchasing power

Exposure

Sponsor bisa mendapatkan exposure melalui:

  • Stage

  • LED screen

  • Backdrop

  • Signage

  • Website

  • Social media

  • Media coverage

  • Event documentation

Experience

Sponsor dapat berinteraksi langsung dengan audiens melalui:

  • Booth

  • Product trial

  • Sampling

  • Games

  • Competition

  • Interactive activation

Content

Event dapat menghasilkan berbagai aset konten:

  • Video

  • Photo

  • Social media content

  • Interview

  • Behind the scenes

  • Highlight video

Semakin jelas aset yang ditawarkan, semakin mudah sponsor memahami nilai kerja samanya.


Langkah 1: Tentukan Target Sponsor

Jangan mencari sponsor secara random.

Buat daftar brand berdasarkan relevansi dengan audiens event.

Misalnya event Anda memiliki target:

Karyawan perusahaan usia 25–40 tahun

Maka brand yang relevan bisa berasal dari kategori:

  • F&B

  • Financial services

  • Technology

  • Lifestyle

  • Transportation

  • Travel

  • Consumer goods

Jika event Anda memiliki target berbeda, daftar sponsor juga harus berubah.

Prinsipnya:

Audience → Brand → Relevance

Bukan:

Brand terkenal → kirim proposal.


Langkah 2: Cari Tahu Apa yang Dibutuhkan Brand

Sebelum menghubungi calon sponsor, lakukan riset sederhana.

Cari tahu:

  • Target market brand

  • Produk utama

  • Campaign yang sedang berjalan

  • Aktivasi yang pernah dilakukan

  • Event yang pernah mereka sponsori

  • Social media activity

  • Brand positioning

Informasi ini dapat membantu Anda membuat proposal yang lebih personal.

Contohnya, jangan menawarkan:

ā€œLogo perusahaan Anda akan kami pasang di backdrop.ā€

Lebih menarik jika Anda menawarkan:

ā€œKami menyediakan interactive product experience yang memungkinkan peserta mencoba produk secara langsung.ā€

Benefit kedua jauh lebih berorientasi pada marketing objective.


Langkah 3: Buat Sponsorship Package

Jangan memberikan satu pilihan sponsor saja.

Buat beberapa level kerja sama.

Contohnya:

Main Partner

Benefit dapat mencakup:

  • Premium branding

  • Main stage exposure

  • Booth

  • Product activation

  • Social media exposure

  • Speaking opportunity

  • VIP access

Supporting Partner

Benefit dapat mencakup:

  • Logo placement

  • Product display

  • Social media mention

  • Sampling

Activity Partner

Fokus pada aktivitas tertentu seperti:

  • Games

  • Workshop

  • Competition

  • Photo activation

Product Partner

Sponsor memberikan produk atau fasilitas tertentu sebagai bagian dari event.

Struktur paket membantu calon sponsor memilih bentuk kerja sama yang sesuai.


Langkah 4: Jangan Menentukan Harga Sponsorship Secara Asal

Harga sponsorship sebaiknya memiliki dasar.

Pertimbangkan:

  • Jumlah peserta

  • Audience profile

  • Exposure

  • Event scale

  • Brand placement

  • Activation opportunity

  • Content deliverables

  • Media coverage

  • Exclusivity

  • Lead generation opportunity

Misalnya sponsor mendapatkan booth dan akses langsung ke 500 peserta.

Nilai tersebut berbeda dengan sekadar mendapatkan logo placement.

Jadi harga sponsorship harus mempertimbangkan value, bukan hanya biaya event.


Langkah 5: Buat Proposal Sponsorship yang Menjual

Proposal sponsor tidak harus sangat panjang.

Yang penting adalah informasi yang relevan.

Struktur yang dapat digunakan:

Cover

Nama event, tanggal, lokasi, dan visual utama.

Event Overview

Jelaskan event secara singkat.

Event Objective

Apa tujuan acara?

Audience

Siapa peserta event?

Event Concept

Bagaimana pengalaman yang akan diberikan?

Audience Reach

Jelaskan estimasi:

  • Offline participants

  • Online audience

  • Social media reach

  • Content exposure

Sponsorship Opportunity

Jelaskan bentuk kerja sama yang tersedia.

Brand Activation

Tunjukkan bagaimana sponsor dapat berinteraksi dengan audience.

Sponsorship Packages

Berikan beberapa pilihan paket.

Deliverables

Jelaskan secara spesifik apa yang akan diberikan kepada sponsor.

Contact

Berikan kontak PIC yang mudah dihubungi.

Contoh Value Proposition Sponsorship

Jangan hanya menulis:

ā€œSponsor mendapatkan logo di backdrop.ā€

Lebih baik:

ā€œBrand mendapatkan prominent logo placement pada main stage yang menjadi focal point selama sesi utama berlangsung.ā€

Atau:

ā€œSponsor mendapatkan dedicated activation area untuk melakukan product experience secara langsung kepada peserta.ā€

Atau:

ā€œBrand dapat menjadi activity partner pada interactive challenge yang melibatkan peserta secara langsung.ā€

Perbedaan bahasa tersebut membuat sponsorship terasa seperti marketing opportunity.


Langkah 6: Cari PIC yang Tepat

Proposal bagus tidak akan efektif jika dikirim ke orang yang salah.

Untuk brand besar, cari departemen yang relevan seperti:

  • Marketing

  • Brand

  • Partnership

  • Sponsorship

  • Corporate Communication

  • PR

  • Business Development

Jika menghubungi perusahaan melalui email, gunakan subject yang jelas.

Contohnya:

Sponsorship Opportunity – [Nama Event]

atau:

Brand Partnership Opportunity – [Nama Event]

Hindari subject seperti:

Proposal Kerja Sama

karena terlalu umum.


Langkah 7: Jangan Langsung Mengirim Proposal Panjang

Ini salah satu pendekatan yang sering dilupakan.

Sebelum mengirim proposal lengkap, lebih baik mulai dengan short pitch.

Misalnya:

Kami sedang menyiapkan corporate event dengan target 500 peserta dari perusahaan di Jabodetabek dan melihat adanya relevansi dengan target audience brand Anda.

Kemudian jelaskan secara singkat opportunity yang tersedia.

Jika mereka tertarik, baru kirim sponsorship deck.

Pendekatan ini membuat komunikasi terasa lebih personal.


Langkah 8: Tawarkan Brand Activation, Bukan Sekadar Branding

Ini bagian yang sangat penting.

Sponsor biasanya tidak hanya mencari exposure.

Mereka juga ingin engagement.

Karena itu, tawarkan activation.

Contohnya:

Product Experience

Peserta dapat mencoba produk sponsor.

Interactive Booth

Booth dibuat sebagai aktivitas, bukan hanya tempat display.

Gamification

Brand menjadi bagian dari permainan atau challenge.

Sampling

Produk diberikan kepada peserta melalui mekanisme yang relevan.

Photo Experience

Brand menjadi bagian dari photo activation.

Digital Activation

Peserta berinteraksi melalui QR code, social media, microsite, atau digital experience.

Dengan demikian, sponsor memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan audience.


Langkah 9: Gunakan Data untuk Meyakinkan Sponsor

Semakin konkret data yang Anda berikan, semakin mudah sponsor menilai opportunity.

Jangan hanya menulis:

ā€œEvent kami akan dihadiri banyak orang.ā€

Gunakan data seperti:

500+ peserta

80% audience berasal dari target market brand

3.000+ social media followers

10+ content deliverables

Dedicated activation area

Data seperti ini membuat proposal lebih mudah dievaluasi.

Namun, jangan pernah memasukkan angka yang belum benar-benar Anda miliki.


Langkah 10: Follow Up dengan Strategi

Tidak mendapat balasan bukan berarti proposal langsung ditolak.

Bisa saja email terlewat atau PIC sedang memiliki agenda lain.

Follow up dapat dilakukan secara profesional.

Misalnya:

Follow-up 1:Ā 3–5 hari setelah pengiriman.

Follow-up 2:Ā beberapa hari berikutnya.

Follow-up 3:Ā berikan update atau opportunity baru.

Jangan hanya mengirim:

ā€œPak/Bu, sudah dibaca proposal kami?ā€

Lebih baik memberikan alasan untuk kembali membuka komunikasi.

Contohnya:

ā€œKami ingin memberikan update bahwa activation area untuk partner masih tersedia dan konsepnya dapat disesuaikan dengan campaign brand.ā€

Cara Mendapatkan Sponsor Tanpa Harus Memberikan Banyak Logo Placement

Tidak semua sponsor tertarik dengan logo.

Justru terlalu banyak logo dapat membuat event terlihat seperti kumpulan sponsor.

Sebagai alternatif, tawarkan ownership terhadap experience tertentu.

Misalnya:

Brand X Interactive Zone

Brand Y Networking Session

Brand Z Challenge

Brand A Product Experience

Dengan pendekatan ini, sponsor mendapatkan ruang yang lebih meaningful.


Sponsorship Bukan Sekadar Menutup Budget Event

Cara berpikir ini perlu diubah.

Jika sponsor hanya diposisikan sebagai sumber dana, hubungan biasanya berhenti setelah pembayaran.

Tetapi jika sponsor diposisikan sebagai strategic partner, kerja sama dapat berkembang.

Misalnya:

Event → Activation → Content → Social Media → Lead Generation → Post Event Campaign

Dengan begitu, event menjadi bagian dari marketing ecosystem sponsor.


Apa yang Harus Dilakukan Setelah Sponsor Setuju?

Jangan berhenti setelah kontrak ditandatangani.

Pastikan seluruh deliverables terdokumentasi.

Buat:

Sponsorship Deliverables Checklist

Contohnya:

  • Logo placement

  • Booth

  • Stage exposure

  • Product placement

  • Sampling

  • Social media post

  • Story mention

  • MC mention

  • LED exposure

  • Documentation

  • Guest access

  • Activation area

Setelah event, berikan post-event report.

Isinya dapat mencakup:

  • Jumlah peserta

  • Dokumentasi

  • Brand exposure

  • Activation photos

  • Social media performance

  • Content reach

  • Deliverables yang terpenuhi

Ini membantu membangun kepercayaan untuk kerja sama berikutnya.


Peran Event Organizer dalam Mendapatkan Sponsor

Event organizer tidak selalu bertanggung jawab mencari sponsor.

Tetapi EO yang memahami sponsorship dapat membantu membuat event lebih sponsor-friendly.

Misalnya dengan merancang:

  • Audience journey

  • Activation area

  • Booth

  • Stage exposure

  • Branding opportunity

  • Content opportunity

  • Networking session

Dengan demikian, sejak awal event sudah memiliki sponsorship inventoryĀ yang jelas.


Groovy EO Membantu Membangun Event yang Menarik bagi Sponsor

Groovy EO tidak hanya fokus pada bagaimana event berjalan.

Kami juga dapat membantu perusahaan atau organisasi merancang event yang memiliki commercial value bagi partner dan sponsor.

Mulai dari:

Event Concept

↓

Audience Strategy

↓

Brand Activation

↓

Event Production

↓

Participant Experience

↓

Sponsor Exposure

↓

Post-Event Content

Dengan pendekatan tersebut, event dapat memberikan value bukan hanya kepada peserta, tetapi juga kepada brand yang terlibat.


Kapan Sebaiknya Mulai Mencari Sponsor?

Jangan menunggu event sudah dekat.

Semakin besar event, semakin awal sponsorship sebaiknya dipersiapkan.

Idealnya, proses dimulai ketika:

  • Konsep sudah cukup jelas

  • Target audience sudah diketahui

  • Venue mulai dipertimbangkan

  • Tanggal event sudah tersedia

  • Sponsorship inventory sudah dirancang

Dengan waktu yang cukup, penyelenggara dapat melakukan pendekatan kepada brand dengan lebih profesional.


Ingin Membuat Event yang Lebih Menarik untuk Sponsor?

Kalau Anda sedang menyiapkan event dan membutuhkan bantuan untuk mengembangkan konsep, sponsorship opportunity, branding, activation, hingga production, Groovy EO dapat menjadi partner untuk proses tersebut.

Anda tidak harus sudah memiliki konsep yang sempurna.

Cukup siapkan:

  • Jenis event

  • Target audience

  • Perkiraan jumlah peserta

  • Lokasi

  • Tanggal

  • Objective event

  • Budget awal

  • Target sponsor jika sudah ada

Dari brief tersebut, konsep event dapat dikembangkan menjadi event yang lebih menarik bagi peserta sekaligus memiliki nilai komersial bagi potential partner.


Butuh Event Organizer untuk Event Anda?

Groovy EO membantu perusahaan merancang dan menjalankan berbagai corporate event, mulai dari company gathering, annual meeting, product launch, sales kick off, conference, awarding, brand activation, exhibition, hingga corporate event lainnya.


Jika Anda ingin membuat event yang bukan hanya berjalan lancar tetapi juga memiliki konsep kuat, audience yang jelas, dan peluang partnership yang menarik, diskusikan kebutuhan event Anda bersama Groovy EO.

Groovy EO — Creating Experiences, Not Just Events.


FAQ


Bagaimana cara mendapatkan sponsor untuk event?

Mulai dengan menentukan target audience, value yang dapat diberikan kepada sponsor, calon brand yang relevan, sponsorship package, dan proposal yang menunjukkan keuntungan bagi sponsor.


Apa yang harus ditawarkan kepada sponsor?

Benefit dapat berupa brand exposure, booth, product activation, sampling, content exposure, social media visibility, speaking opportunity, networking, maupun akses kepada target audience.


Berapa paket sponsorship yang sebaiknya dibuat?

Tidak ada jumlah yang wajib. Namun, beberapa tingkatan seperti Main Partner, Supporting Partner, Activity Partner, dan Product Partner dapat membantu memberikan pilihan kepada calon sponsor.


Apakah sponsor harus memberikan uang?

Tidak selalu. Sponsorship dapat berbentuk cash maupun in-kind support berupa produk, equipment, venue, transportation, media support, atau jasa.


Bagaimana jika proposal sponsorship tidak dibalas?

Lakukan follow-up secara profesional dan jangan hanya menanyakan apakah proposal sudah dibaca. Berikan update, opportunity baru, atau informasi tambahan yang relevan dengan kebutuhan brand.


Apakah event organizer bisa membantu mendapatkan sponsor?

Tergantung scope pekerjaan EO. EO dapat membantu membuat event lebih sponsor-friendly melalui konsep, audience strategy, activation, branding inventory, dan event production. Untuk pencarian sponsor secara aktif, scope tersebut sebaiknya disepakati sejak awal.

bottom of page