top of page
  • Groovy Indonesia

Memahami Facebook Ads Targeting serta Fitur - Fiturnya

Diperbarui: 12 Jun 2023


Untuk melakukan targeting ads, tentu kalian memerlukan bermacam- macam tools. Salah satu tools untuk menjalankan iklan yang ada adalah Facebook ads targeting.


Mungkin, kalian masih bimbang dengan tools ini, mulai dari fitur- fitur hingga jenis- jenis audience yang kalian seleksi.


Dalam postingan ini, saya akan membantu kalian untuk menjelaskannya.


Apa itu Facebook Ads Targeting


Facebook ads targeting adalah layanan pemasangan iklan dengan penyesuaian audiens sesuai sasaran yang dipunyai oleh Facebook.


Indonesia sendiri mempunyai jumlah pengguna Facebook yang sangat besar, ialah sekitar 130 juta masing- masing bulannya.


Memasang iklan tanpa memakai targeting dapat jadi perihal yang percuma serta sangat mahal, sebab kalian tidak ketahui audiens mana yang tepat untuk dipengaruhi oleh iklanmu.


Melalui Facebook ads targeting, kalian bisa memilih tipe audiens dengan kriteria tertentu serta sesuai tujuan iklanmu.


Facebook ads targeting pula menawarkan fitur Facebook Pixel, ialah kode program web yang bisa kalian upload ke situsmu.


Nah, kode ini nantinya akan mengumpulkan sebagian data, seperti visit ke web, view dari konten di situsmu, hingga orang- orang yang memakai fitur add to cart pada e- commerce, tetapi belum ataupun tidak melakukan pembelian, serta lain- lain.


Pemasangan kode Facebook Pixel dapat dilakukan oleh programmer situsmu, ataupun memakai bantuan tools, misalnya Facebook Pixel Helper.


Dengan ini, sebagai marketer, kalian tidak perlu memahami coding ataupun pemrograman sangat banyak.


Kalian cukup memastikan data apa yang mau kalian dapatkan, kemudian memilih kode apa yang mau dipasang. Kalian pula akan memastikan apakah data yang diambil dari kode Facebook Pixel yang telah terpasang, mendapatkan data yang benar.


Facebook Ads Targeting

Tipe Kelompok Audiens


Facebook sendiri menawarkan 3 tipe audiens:


1. Core Audiences


Core audiences yang dimiliki oleh Facebook ads targeting meliputi data- data personal dari pengguna, seperti:


- Tipe kelamin, wanita ataupun laki- laki,

- Umur, rentang umur

- Lokasi, khusus kota ataupun kawasan tertentu. Misalnya, kalian ingin memasang iklan promo se- Jabodetabek, maka bisa digunakan targeting ini. Selain itu, untuk pengaturan free biaya kirim ke seluruh Indonesia, maka ganti lokasi menjadi Indonesia

- Interest, berbentuk apa yang pengguna like, view, serta sebagainya. Misal film, games, serta lain- lain

- Behavior, misalnya apakah user langsung membeli sesaat setelah melihat iklan, ataupun hanya melihat saja, serta lain- lain

- Engagement, contohnya audiens yang mempunyai engagement dengan taman Facebook brand- mu, ataupun orang- orang yang like taman Facebook kompetitor( khusus untuk taman yang tidak kalian miliki, hanya like, tidak boleh data yang lain)


2. Custom Audiences


Custom audiences bisa digunakan dengan efisien melalui sasaran audiens yang telah menampilkan ketertarikan pada brand kalian.


Data- data yang dapat digunakan adalah:


- Kontak( dari database yang kalian memiliki)

- Pengunjung website

- Pengguna aplikasi


3. Lookalike Audiences


Lookalike audiences pada Facebook ads targeting bisa digunakan untuk mencari audiens yang baru( masih asing dengan brand) di luar core serta custom audience. Tata cara ini terbilang gampang serta cepat untuk digunakan.


Kelompok audiens ini hanya dapat dimanfaatkan dari custom audience yang telah ada, tidak dari core audiences.


Sebelum memilih melakukan campaign dari lookalike audiences, kalian wajib memastikan kalau audiens dari iklanmu telah tepat. Ini berperan supaya audiens yang kalian seleksi serta dapatkan, sesuai dengan tujuan awal dari iklanmu.


Penilaian Facebook Ads Targeting


Nah, setelah kalian manfaatkan Facebook ads targeting, tentu kalian mau mengevaluasi apakah iklan yang kalian pasang sukses mencapai tujuan.


Cara Evaluasi Facebook Ads Targeting


Amati kembali tujuan iklan, kemudian sesuaikan antara hasil dari data yang kalian dapatkan dengan tujuan


Apabila tujuan iklan hanya tingkatkan brand awareness, maka cukup amati apakah impression serta reach dari iklan sudah sesuai target


Apabila tujuan dari iklan adalah menaikkan traffic, kalian dapat melihat apakah click through rate( CTR) kalian telah sesuai dengan sasaran

logo groovy-13.png
bottom of page