top of page
  • Groovy Indonesia

Miskomunikasi: Arti, Penyebab, Contoh, dan Cara Mengatasinya

Miskomunikasi merupakan fenomena umum yang terjadi ketika pesan yang disampaikan tidak dipahami dengan benar oleh penerima. Hal ini bisa terjadi dalam berbagai konteks, baik dalam komunikasi personal maupun dalam konteks bisnis dan profesional. Miskomunikasi seringkali dapat mengakibatkan konsekuensi serius, mulai dari ketegangan hubungan interpersonal hingga kegagalan proyek besar.


Arti Miskomunikasi


Miskomunikasi dapat diartikan sebagai ketidakcocokan atau kegagalan dalam pemahaman pesan yang disampaikan. Ini bisa terjadi karena banyak faktor, mulai dari perbedaan interpretasi, gangguan dalam penyampaian pesan, hingga perbedaan latar belakang dan pengalaman antara pengirim dan penerima pesan.

Miskomunikasi

Penyebab Miskomunikasi


  1. Ketidakjelasan dalam Komunikasi: Pesan yang tidak jelas atau ambigu seringkali menjadi penyebab utama miskomunikasi. Penggunaan bahasa yang samar atau penyampaian informasi yang tidak terstruktur dapat menyebabkan kesalahpahaman.

  2. Perbedaan Pengalaman dan Latar Belakang: Orang-orang dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda mungkin memiliki cara pandang yang berbeda terhadap pesan yang sama.

  3. Gangguan dalam Komunikasi: Gangguan teknis atau fisik, seperti gangguan sinyal saat berkomunikasi melalui telepon atau ketidakmampuan mendengar dengan jelas, juga dapat menjadi penyebab miskomunikasi.

  4. Asumsi dan Prasangka: Terkadang, orang cenderung membuat asumsi atau memiliki prasangka terhadap pesan yang disampaikan, yang bisa mengarah pada penafsiran yang salah.

Contoh Miskomunikasi


  1. Komunikasi dalam Tim Kerja: Ketika anggota tim tidak sepenuhnya memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, hal ini bisa menyebabkan tumpang tindih atau kesenjangan dalam tugas yang harus dilaksanakan.

  2. Pesan Tidak Tertulis dalam Hubungan Personal: Misalnya, dalam hubungan percintaan atau persahabatan, harapan yang tidak diungkapkan secara jelas seringkali menyebabkan ketidakcocokan antara apa yang diharapkan oleh satu pihak dan apa yang diterima oleh pihak lain.

  3. Komunikasi Bisnis: Kesalahpahaman antara klien dan perusahaan dapat terjadi akibat kesalahan interpretasi terhadap spesifikasi proyek atau harapan yang tidak terpenuhi.

Cara Mengatasi Miskomunikasi


  1. Komunikasi Terbuka dan Jelas: Gunakan bahasa yang jelas dan pastikan pesan yang disampaikan tidak ambigu. Pertegas apa yang diinginkan dan pastikan untuk mengkonfirmasi pemahaman penerima pesan.

  2. Aktif Mendengarkan: Dengarkan dengan seksama dan konfirmasikan pemahaman Anda dengan bertanya kembali atau merangkum kembali apa yang telah Anda dengar.

  3. Perhatikan Non-Verbal: Saat berkomunikasi, perhatikan ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan nada suara, karena komunikasi non-verbal juga dapat mengirimkan pesan yang penting.

  4. Evaluasi dan Beri Umpan Balik: Setelah berkomunikasi, lakukan evaluasi untuk memastikan pesan terkirim dengan jelas. Berikan umpan balik yang konstruktif untuk memperbaiki kesalahan atau ketidakpahaman yang terjadi.

Miskomunikasi adalah bagian alami dari interaksi manusia, namun dengan kesadaran dan upaya untuk berkomunikasi secara efektif, kita dapat mengurangi risiko terjadinya miskomunikasi dan membangun hubungan yang lebih kuat baik dalam konteks pribadi maupun profesional.


logo groovy-13.png
bottom of page