• Groovy Indonesia

Peran Millenial Dalam Industri Event Organizer


Industri Event Oragnizer

Source: Socialtables.com


Generasi milenial sedang menjadi topik yang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. Tidak hanya karena segi pemahaman pendidikan dan teknologi, tetapi juga dari perilaku generasi milenial yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi Milenial atau yang akrab dipanggil generasi Y merupakan sekelompok individual yang lahir setelah generasi X (lahir tahun 1980-1995). Riset mengatakan generasi milenial menyimpan potensi besar untuk memajukan perkembangan teknologi digital di Indonesia dan pengaplikasiannya di dunia bisnis. Riset tersebut diperkuat berdasarkan dukungan data yang didapat, menyatakan bahwa dalam sehari rata-rata generasi milenial bisa menggunakan internet dengan durasi lebih dari tujuh jam dengan rentang usia tertentu. Perilaku kecanduan internet tersebut tentunya harus dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung perkembangan ekonomi dan derajat bangsa.


Saat 2 tahun yang lalu industri event organizer mengalami keterpurukan akibat penyebaran virus Covid-19, secercah harapan muncul dengan diluncurkannya pertama kali online event di Indonesia. Sebagai generasi yang sangat familiar dengan penggunaan teknologi digital, Groovy mengarmadai tim dengan komposisi generasi milenial yang cukup banyak sebagai penopang keberlangsungan bisnis kami. Ide-ide yang milenial miliki masih sangat segar dan juga unik untuk diaplikasikan ke dalam sistem teknologi digital. Meskipun di tahun 2022 keadaan berangsur membaik dan offline event sudah mulai dilakukan, keberadaan milenial di tim kami tentunya masih sangat dibutuhkan untuk mengimbangi perubahan jaman yang semakin digital. Mulai dari sistem registrasi, audio management, visual director semuanya membutuhkan sosok yang sangat kuat di bidang teknologi.


Selain memiliki kemampuan yang cukup membantu di era 4.0 yaitu era transformasi yang komprehensif, menyelimuti keseluruhan aspek produksi dari industri lewat peleburan teknologi digital & internet dengan industri konvensional, perilaku positif lainnya dari generasi milenial yakni generasi milenial bisa bekerja dengan lebih cepat dan cerdas lantaran didukung oleh keberadaan teknologi terkini. Perkembangan tersebut mendorong milenial memiliki kemampuan multi-tasking, yaitu perilaku terbiasa melakukan dua hingga tiga pekerjaan di waktu yang bersamaan. Poin plus nya generasi milenial juga dikenal sebagai kelompok individu yang percaya diri, memiliki wawasan kelompok, konvensional, tahan terhadap tekanan, dan selalu mengejar pencapaian.

Sulitkah Milenial Beradaptasi Di Industri Event Organizer


Industri Event Organizer

Source: pcma.org


Meskipun perannya sangat dibutuhkan, namun terdapat kelemahan dari generasi milenial yang menjadi hambatan bagi perusahaan yaitu, loyalitas yang tergolong rendah. Ketika dihadapkan pada penawaran yang lebih menarik, generasi milenial cenderung berpaling. Sehingga perlu melakukan perlakuan yang tepat untuk mengatasi hal tersebut, contohnya seperti membangun ikatan yang kuat dan memberikan kenyamanan serta rasa aman kepada milenial supaya mereka dapat beradaptasi di industri event organizer yang bergerak dinamis dan menjaga tim tetap utuh. Melakukan bonding dapat dilakukan dengan cara mengadakan outing kantor maupun pertemuan tatap muka di kantor minimal seminggu sekali. Hal ini dilakukan karena generasi milenial juga memiliki perilaku senang berwisata. 1 dari 3 millenial di Indonesia melakukan liburan minimal 1 kali dalam setahun. Bisa disimpulkan jika kita menciptakan lingkup pekerjaan event organizer yang aktif dan supportif membuat generasi milenial dapat beradaptasi dengan baik dan loyal. Sisi positif lainnya adalah milenial terhitung sebagai kelompok individual yang gemar berbagi, peduli dan responsif terhadap masalah sosial yang sangat dibutuhkan dalam Industri event organizer. Kembali ke topik jika disimpulkan dari perilaku yang ada dan lingkup kerja, generasi milenial tidak akan kesulitan untuk berada di industri event organizer yang bergerak dinamis karena sifatnya yang menguasai multi-tasking dan gemar bekerja di industri kreatif yang aktif.


Terakhir, fleksibilitas adalah kunci dalam menghadapi tenaga kerja milenial. Perusahaan pun mampu menjawab para milenial yang menginginkan fleksibilitas dalam bekerja agar tidak sulit untuk melakukan adaptasi. Tak cuma menyediakan waktu dan ruang, Program merotasi karyawan di bidang-bidang yang mendorong mereka menguasai keterampilan baru semacam marketing, sales, sumber daya manusia dan sebagainya bisa ditawarkan kepada tenaga kerja milenial. Hal ini dimaksudkan untuk memperpanjang learning curve milenial. Jika mereka merasa belajar banyak hal di satu perusahaan, mereka akan tinggal di satu tempat kerja dalam jangka waktu yang lama.


Tips Untuk Milenial Yang Ingin Bekerja Di Industri Event Organizer


Selain menjadi konsumen bagi sektor event, sebenarnya generasi milenial juga bisa menjadi pemain utama dalam mengembangkan industri event organizer. Apalagi, saat ini sudah banyak tersedia program studi MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) dan juga pariwisata yang terdapat di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Banyak tips yang bisa dilakukan untuk milenial yang ingin bekerja di industri event organizer, diantara lain:


  1. Mengambil mata kuliah pariwisata atau MICE agar mendapatkan pelajaran dasar dan seluk-beluk mengenai pelaksanaan dan persiapan event sesuai dengan perkembangan zaman.

  2. Melakukan kegiatan magang di event organizer ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Sehingga setelah lulus kuliah, kamu sudah mendapatkan sebagian besar gambaran jika bekerja di industri event organizer dan memiliki jaringan kerja yang cukup luas.

  3. Pelajari wawasan tentang bagaimana membangun image sebuah brand melalui media digital. Hal ini berguna untuk memasarkan produk event management kamu ke khalayak.

  4. Coba ikuti sebuah event yang ada di sekitaran kamu untuk survey awal lingkup pekerjaan event organizer.

  5. Pertahankan sifat mau terus belajar dan fleksibel, karena cara kerja industri event organizer yang cukup dinamis.

  6. Latih sikap detail dan komunikasi untuk negosiasi bersama klien.

  7. Detail, namun tidak terlalu perfeksionis, seperti yang kita tahu, individu yang perfeksionis akan dengan mudah merasa tertekan dalam situasi yang berubah-ubah, jika rencana tidak berjalan dengan semestinya, mereka akan dengan mudah panik, hal tersebut tentunya akan menjadi boomerang di mana banyak perubahan terjadi saat pelaksanaan event.

Nah, sudah mulai melihat titik terang untuk memilih industri event organizer sebagai tempat kerjamu man?


Postingan Terakhir

Lihat Semua