• Groovy Indonesia

11 Tips Memilih Influencer Sebagai Strategi Pemasaran

Influencer marketing menjadi salah satu tata cara pemasaran yang lagi hits akhir- akhir ini, metode pemasaran ini telah teruji jitu dalam menarik banyak audiens dalam waktu singkat.


Tetapi sebelum menerapkannya, kalian perlu ketahui soal tips memilih influencer yang tepat sebagai strategi pemasaran.


Walaupun tata cara pemasaran ini telah teruji berhasil, kalian tidak boleh sembarangan dalam memilih influencer yang akan berkolaborasi dengan bisnismu nanti.


Jika kalian hanya modal cap- cip- cup dalam memilih influencer, dapat saja produk kalian malah tidak laku ataupun kalian tidak puas dengan hasil promo dari influencer tersebut.


Influencer marketing sendiri dapat kalian aplikasikan di bermacam platform mulai dari Instagram, Tiktok, hingga YouTube

Tips Memilih Influencer

Apa Itu Influencer?


Istilah influencer udah sering di dengar banget di Indonesia, tetapi ketahui tidak sih apa artinya? Soalnya masih banyak yang mengira jika influencer sama dengan selebriti/ artis.


Sebelum mangulas soal tips memilih influencer untuk strategi pemasaran, kalian perlu ketahui dahulu apa itu influencer.


Jadi, influencer adalah individu yang dapat memberikan pengaruh besar ke banyak orang supaya melakukan sesuatu tindakan, seperti turut memakai sesuatu produk tertentu, memakai jasa dari perusahaan tertentu, berangkat ke sesuatu tempat yang direkomendasikan influencer, serta sebagainya.


Berdasarkan definisi di atas, dapat dibilang jika influencer ini diidentikkan dengan orang yang terkenal, seperti artis, blogger, youtuber, selebgram, ataupun tipe public figure yang lain.


Cara Memilih Influencer yang Tepat Untuk Bisnis


Setelah lebih mengerti dengan definisi influencer, saat ini mungkin kalian telah memiliki cerminan tentang siapa orang yang akan kalian ajak kerja sama. Nah, biar tidak salah seleksi, cek dahulu tips memilih influencer yang tepat sebagai strategi pemasaran di bawah ini:


1. Lakukan Penelitian


Misalnya kalian telah memiliki satu ataupun sebagian kandidat, maka langkah pertama adalah lakukan riset pada kandidat tersebut.


Coba cari ketahui seperti apa konten- kontennya, berapa banyak followers- nya, jumlah engagement rate, seberapa terkenal, apakah ada kabar negatif tentangnya akhir- akhir ini, serta sebagainya.


Kemudian dari hasil riset tadi, apakah seluruhnya sesuai dengan brand/ produkmu ataupun tidak. Jadi kalian tidak dapat hanya memilih influencer berdasarkan jumlah followers, sebab tidak semua yang followersnya banyak disukai oleh warga serta dapat memberikan positive impact.


2. Cek Riwayat Influencer


Nah, langkah kedua ini sesungguhnya masih bagian dari riset. Saat ini coba kalian cari informasi mengenai brand/ perusahaan/ produk apa saja yang sempat bekerja sama dengan influencer tersebut. Perihal ini penting lho, biar kalian ketahui apakah ada kompetitormu yang sempat bermitra dengannya ataupun tidak.


Jangan sampai kalian dikira ikut- ikutan dengan kompetitor. Selain itu, kalian jadi dapat ketahui seperti apa mutu dari influencer. Jika ada banyak brand ternama sempat bekerja sama dengannya, berarti kualitasnya telah tidak perlu diragukan lagi.


3. Pertimbangkan Orisinalitas Influencer


Hati- hati, jangan sampai kalian tertipu dengan jumlah follower serta like. Sebab tampaknya, banyak pula pengguna media sosial yang membeli follower untuk menaikkan pamor.


Jika kalian bisa influencer yang seperti ini, dipastikan kalian akan rugi sebab produkmu hanya dipromosikan ke ratusan/ ribuan follower pasif. Jadi, coba cek dahulu keaslian dari follower influencer pilihanmu.


4. Sesuaikan Dengan Budget


Budget pula jadi bagian penting dari tips memilih influencer yang tepat sebagai strategi pemasaran. Mirip dengan semua perihal yang kalian siapkan selama berbisnis, memilih influencer pula perlu dianggarkan.


Jadi jangan hanya berpatokan pada kepopuleran seseorang influencer tetapi biaya kerja sama melebihi jumlah anggaran untuk promosi. Jika begini, manajemen keuangan bisnismu dapat berhamburan.


Misalnya kalian telah memiliki sebagian kandidat, coba kalian hubungi mereka serta tanyakan biaya kerjasamanya. Jika memanglah over budget, kalian dapat geser ke kandidat selanjutnya.


5. Sesuai Dengan Sasaran Pasar Bisnis


Biar promosi bisnismu nanti hasilnya dapat maksimal, kalian perlu cocokkan sasaran pasarmu dengan follower dari influencer tersebut.


Misalnya sasaran pasarmu adalah kalangan muda di kisaran umur 20- 27 tahun, maka kalian dapat seleksi influencer dengan rentang umur yang sama sebab umumnya follower- nya pula berumur sama. Jika kalian seleksi influencer ibu- ibu paruh baya, maka produkmu tidak akan banyak terjual.


6. Sesuai Dengan Skala Promosi Produk


Jika bisnismu baru dibuka serta skalanya kecil, kemudian kebetulan anggaranmu pula kecil, maka skala promosimu masih kecil sehingga influencer yang biayanya murah akan lebih sesuai.


Tetapi jika bisnismu telah besar, ataupun kalian adalah pebisnis baru yang berani mengeluarkan banyak modal, maka tidak ada salahnya untuk mempraktikkan skala promosi besar dengan memilih influencer premium.


7. Wajib Mempunyai Reputasi Baik


Poin ini sesungguhnya jadi bagian dari riset influencer pada no satu tadi, pastikan untuk memilih public figure yang memiliki citra positif di warga. Jika kalian memilih kebalikannya, merk bisnismu pula dapat saja kena akibatnya.


Selain itu, jika misalnya influencer tersebut lagi bermasalah akhir- akhir ini, misalnya tersandung permasalahan yang mengaitkan hukum, dapat ada mungkin kalian rugi sebab produk kandas dipromosikan misalnya sang influencer terserang sanksi hukum.


8. Mempunyai Engagement Yang Tinggi


Engagement rate dapat jadi salah satu tolok ukur tentang seperti apa produkmu nanti dapat menarik hati audiens. Jadi, kalian perlu amati, seperti apa engagement/ ikatan antara influencer dengan follower, apakah follower tersebut betul- betul fans, ataupun malah lebih banyak haters?


9. Keseriusan Update Konten Yang Baik


Supaya kalian ketahui mengenai keseriusan update konten dari influencer tersebut, kalian perlu memantau media sosialnya dengan baik selama sebagian waktu. Coba kalian perhatikan sesering ataupun sejarang apa ia memposting suatu.


Misalnya kalian mau promosikan produk kalian di story Instagram, serta sang influencer sangat kerap membuat story dalam satu hari, maka besar mungkin produkmu tidak akan menarik perhatian audiens.


Jika mau hasil promosi yang maksimal, hendaknya kalian seleksi influencer yang tidak over dalam membuat konten, serta jauhi promosi via story sebab akan cepat hilang.


10. Siapkan Perjanjian Kerjasama Dengan Baik


Sekecil apapun bisnismu, kerja sama di atas materai adalah perihal paling penting yang tidak boleh kalian lewati, dengan siapapun itu termasuk influencer. Bahkan ketika influencer tersebut adalah sahabat ataupun saudara kalian sendiri, bisnis tetaplah bisnis, sebab itu wajib ada kerja sama yang jelas.


Perihal ini untuk menjauhi permasalahan di setelah itu hari yang dapat merugikan salah satu ataupun kedua pihak serta mungkin pula mengganggu ikatan baik. Isi dari kerja sama wajib jelas, lengkap, serta tidak memberatkan salah satu pihak.


11. Seleksi Dengan Bijak


poin di atas tadi tidak akan bermanfaat jika kalian tidak dapat memilih dengan bijak. Jadi saat berurusan dengan bisnis, kalian wajib netral, tidak gegabah, serta jangan gabungkan dengan urusan pribadi.


Jadi misalnya kalian adalah fans berat dari seseorang artis, tetapi kebetulan artis tersebut lagi terjerat permasalahan, maka kalian jangan ngeyel untuk bekerja sama dengan ia sebab hanya akan merugikan.


Secara garis besar, promosi bisnis melalui influencer adalah salah satu cara jitu untuk menaikkan jumlah pelanggan. Tetapi, kalian wajib pintar memilih influencer.


Pastikan untuk memakai sebelas tips memilih influencer yang tepat sebagai strategi pemasaran dalam daftar di atas supaya kalian bebas dari kerugian.


Satu lagi, pastikan untuk kalian tidak memilih dengan buru- buru sebab bermacam tips di atas perlu waktu untuk diterapkan supaya hasil dari opsi kalian dapat yang terbaik

Postingan Terakhir

Lihat Semua